• Latest News

    Kamis, 20 Juni 2013

    Bertumbuh dan Berakar Dalam Iman

    Dua hari yang lalu, saya mendengar pengakuan beberapa teman dalam diskusi yang sangat menarik, berhubungan dengan kehidupan iman. Beberapa kutipan pengakuan tersebut saya tuliskan seperti berikut ini.

    "Saya sudah 10 tahun menganut Agama A, dan sesudah itu saya pindah ke Agama B. Alasan
    utama saya pindah waktu itu adalah karena kehidupan iman saya kering dan tidak berkembang. Ternyata setelah pindah ke Agama B, saya pun mengalami hal yang sama. Hidup rohani saya kering dan akhirnya pindah ke Agama C hingga saat ini. Pengalaman kekeringan hidup rohani itu ternyata terus mengikuti saya. Barangakali ada sesuatu yang bisa dibagikan untuk saya, membantu saya dalam menghadapi suasana ini".
    Pengakuan di atas sangat menarik dan menggugah hati kita sebagai orang beriman. Mari kita lihat pengakuan teman lain sebagai berikut:

    "Sejak lahir, saya sudah mengenal dan menganut Agama A, dan hingga sekarang pun saya tetap menganut Agama A. Saya mengalami kekeringan rohani dan juga mengalami kebalikan dari suasana itu. Pengalaman saya, mengalami kering dan sehat rohani itu datang bergantian dalam hidup saya. Yang membuat saya bertahan hingga sekarang adalah keyakinan bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupan rohani saya itu desebabkan oleh suasana batin saya yang menjalankan kehidupan bergama. Semakin sering saya diuji dalam iman, semakin kuat pertahanan saya dalam bertahan dan bertumbuh".


    Dua pengakuan yang sangat berbeda. Yang satu pindah terus untuk mencari kedamaian dan hidup rohani yang sehat, yang lain bertahan menikmati segala suasana yang dialami dalam menjalani imannya.

    Sebagai manusia biasa, kita tidak punya kuasa untuk menghakimi dan memberi penilaian bahwa yang satu benar dan yang lain salah. Akan tetapi, ilustrasi berikut barangkali dapat membantu kita dalam memberi pencerahan kepada sesama yang senantiasa mencari hidup rohani yang sehat.

    Seorang petani durian menanam dua pokok durian pada hari yang bersamaan. Keesokan harinya, satu dari pokok durian itu dipindahkan ke tempat yang lain yang menurut dia lebih baik tanahnya. Sedangkan yang satu dibiarkannya tetap tertanam di tempat semula. Satu minggu kemudian, pokok durian yang pernah dipindahkannya itu tidak terlalu baik pertumbuhannya. Akhirnya dia pindahkan lagi ke tempat lain. Alhasil, pokok yang dari awal dipindah-pindahkan itu mengalami pindah tempat hingga 5 sampai 6 kali dengan tempat yang variatif.

    Apa yang terjadi? Dua pokok durian tersebut bertumbuh dengan perbedaan yang sangat jauh. Pokok durian yang tidak dipindah-pindahkan itu hari demi hari berakar dan semakin kuat, meskipun tanah disekitarnya tidak terlalu baik. Pokok durian ini semakin sulit dicabut karena akar-akarnya telah tumbuh dan merayap ke sana kemari untuk mendapatkan sumber makanan dari dalam tanah.
    Pokok durian yang lain, yang tadinya dipindah-pindahkan mengalami hal berbeda. Jangankan dicabut, disentuh saja sudah tumbang. Alasannya adalah satu akar pun tidak ada yang tumbuh. Pernah mengalami pertumbuhan akar, tetapi terputus lagi karena dicabut dan dipindahkan ke tempat lain. Hingga akhirnya, pohon ini tidak menumbuhkan akar lagi dan mati kekeringan.

    Saudara-saudari seiman. Dalam kehidupan beriman pun kita mengalami hal yang sama. Kalau kita bertumbuh dan berakar dalam iman yang satu dan sama, kita akan semakin kuat dan bertahan. Tetapi bila kita hidup dalam iman yang berpindah-pindah, kekuatan kita pun pasti berbeda bahkan boleh dikatakan tidak memiliki satu kekuatan apa pun.

    Ilustrasi diatas sudah menjawab dua sharing dari teman-teman diskusi tadi. Tanpa banyak penjelasan, tanpa banyak kata, diskusi diakhiri dengan membawa bahan permenungan masing-masing. Hal yang sama pun berlaku untuk kita yang sedang membaca tulisan ini. MARI KITA PULANG DAN MERENUNGKAN PERJALANAN IMAN KITA SELAMA INI, APAKAH SEPERTI SHARING PERTAMA ATAU KEDUA. **Fidelis Harefa
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments
    Item Reviewed: Bertumbuh dan Berakar Dalam Iman Rating: 5 Reviewed By: Redaksi Kairos
    Scroll to Top