• Latest News

    Minggu, 15 Januari 2017

    Ritus Pembuka Perayaan Ekaristi

    Media Kairos
    Perarakan Pada Misa 50 Tahun Paroki St. Maria

    Perayaan Ekaristi merupakan suatu perayaan yang bersifat satu kesatuan dan utuh. Perayaan terdiri dari Ritus Pembuka, Liturgi Sabda, Liturgi Ekaristi dan Ritus Penutup. Artikel berikut membahas secara khusus urutan dan makna Ritus Pembuka dalam Perayaan Ekaristi.

    Ritus Pembuka bertujuan mempersatukan umat yang berkumpul dan mempersiapkan umat untuk mendengarkan sabda Allah dan merayakan Ekaristi dengan layak. Ritus pembuka terdiri atas beberapa bagian :

    1. Perarakan masuk (berdiri): tujuan untuk membuka misa, membina kesatuan umat, mengantar masuk misteri iman sesuai dengan masa liturgi, mengiringi perarakan imam beserta pembantunya. Perarakan diiringi dengan Lagu Pembukaan yang melibatkan seluruh umat (Baca Artikel: Pentingnya Partisipasi Umat Menyanyikan Lagu Pembukaan)
    2. Pendupaan & Penghormatan Altar oleh Imam dengan makna: Imam (mewakili umat) menghormati altar dengan mencium altar; pendupaan diadakan untuk hari-hari besar / hari khusus. Imam mengisi dupa & memberkati dengan membuat tanda salib. Pendupaan itu untuk penghormatan pada Sakramen Mahakudus, reliqui salib/patung Tuhan, bahan persembahan, Kitab Injil, lilin paskah, imam dan jemaat.
    3. Tanda Salib: Imam mulai perayaan ekaristi dengan membuat tanda salib “Dalam (Demi) nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus”. Umat membuat tanda salib dan menjawab “Amin”. Dengan tanda salib kita menyadari bahwa kita di bawah sumpah untuk menjadi bagian dari keluarga Allah dan umat yang hadir. Tanda salib mengingatkan kembali akan pembaptisan kita, saat kita ditandai dengan salib dan masuk dalam hitungan keluarga Allah. Dengan tanda salib ini , kita juga mengakui iman Trinitas, yaitu hubungan keluarga, kehidupan batiniah dan persekutuan abadi dari Allah.
    4. Salam Pembuka: Imam menyampaikan salam dengan mengatakan “Tuhan bersamamu” dan umat menjawab “ Dan bersama rohmu". Hal ini menyatakan bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah umat yang hadir.
    5. Pengantar: Imam mengarahkan umat kepada inti bacaan, liturgi yang akan dirayakan saat itu. Dalam pengantar, imam juga dapat menyebutkan beberapa hal yang menjadi intensi perayaan terutama bila perayaan itu didedikasikan untuk perayaan tematis.
    6. Tobat (berlutut) : dalam ritus tobat, biasanya umat menepuk dada saat mengucapkan "saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa" dalam doa saya mengaku. Gerakan ini merupakan simbol rasa sesal dan tobat. Dalam doa ini, umat menyampaikan penyesalan dan pertobatan atas dosa dan kesalahan pada Tuhan dan sesama. Mengakhiri doa tobat, imam memberikan ABSOLUSI / PENGAMPUNAN dengan menjawab “Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal”. Absolusi/Pengampunan ini tidak memiliki kuasa yang sama dengan absolusi pengampunan pada Sakramen Tobat.
    7. Tuhan Kasihanilah: seruan/litani untuk mohon belas kasih Tuhan, yang diteladankan dua orang buta yang di sembuhkan Yesus (lih Mat 9:27). Bagian ini lebih sering dinyanyikan terutama dalam perayaan hari Minggu dan hari raya. 
    8. Kemuliaan (berdiri): Untuk misa Natal dan Paskah, biasanya ketika Madah Kemuliaan dinyanyikan, lonceng dibunyikan. Sesuai dengan namanya, Madah Kemuliaan bertujuan untuk memuliakan Allah. Dalam menyanyikan Madah Kemuliaan, harus sesuai dengan sikap tubuh yang memuliakan penuh kemeriahan. 
    9. Doa Pembukaan : diawali dengan waktu hening untuk menyadari kehadiran Tuhan, mengungkapan permohonan kita dalam hati, kemudian Imam menggabungkan seluruh doa dengan ujud doa pada misa tersebut.
    Ketika Imam mengatakan: Marilah Berdoa, saat itu pula petugas Lektor dan Pemazmur harus bersiap-siap untuk menuju mimbar. Hal ini diperlukan agar dalam Perayaan Ekaristi tidak terlalu banyak "waktu jedah" atau "menunggu". Setelah imam mengakhiri Doa Pembukaan dengan jawaban "Amin" dari umat, para petugas sabda sudah siap untuk membacakan Sabda Allah.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Ritus Pembuka Perayaan Ekaristi Rating: 5 Reviewed By: Fidelis Harefa
    Scroll to Top